Mengenali Kehendak Tuhan Lewat Hasrat


Cerita ini diawali ketika tahun 2011 saya gelisah dengan kondisi komunitas tempat saya bergaul. Tidak ada kegiatan kontinyu yang mengarah pada pelayanan masyarakat di luar. Waktu itu kepada ketua paguyuban, MI, saya usul agar website internal sesawi [ sesawi.org ] yang saya buat bersama AH tahun 2007 dijadikan portal berita umum untuk umat Katolik di seluruh Indonesia.

Konsep portal baru ini sifatnya lebih keluar [ keluar komunitas ] untuk menemani kaum beriman [ Katolik ] dalam menjalani hidup keberimanan. Karena itu kontennya terkait Gereja Katolik Indonesia dan dunia ditambah konten khasnya yakni pendalaman tentang Spiritualitas Ignasian.

MI akhirnya menerima usulan ini namun tidak yakin proyek ini bakal jalan. Hal yang sama saya sampaikan ke para sesepuh Paguyuban. Kebanyakan juga tidak yakin bahwa proyek ini bisa jalan. “Wong, website internal saja tidak lancar jalannya. Banyak yang kurang mau menulis,”begitu yang disampaikan.

Anehnya, dengan suasana yang kurang begitu mendukung itu saya tetap yakin dengan proyek ini. Setelah bicara panjang tentang nama apa yang hendak dipakai untuk media baru ini bersama teman-teman muda sesawi, akhirnya nama sesawi tetap dipakai. Namun yang ini menggunakan ekstension domain net (bukan org).

Saat itu modalnya hanya nekad. Tidak ada uang, saya juga tidak paham ilmu pemrograman. Akhirnya dengan pengetahuan minim tentang wordpress (software pembangun website), saya coba bangun portal ini bersama AH yang lebih banyak bekerja di bagian back end alias infrastruktur server. Jadilah SESAWI.NET

Belajar Sendiri

Awal mula, website dibuat sangat sederhana karena saya belum menguasai cara membuat website. Tidak ada teman yang jago di bidang ini yang bisa diminta bantuan cuma-cuma. Supaya tidak statis, berbulan-bulan saya pelajari cara membuat website dengan wordpress. Saya juga belajar sedikit tentang ilmu coding seperti HTML, PHP, CSS yang jelas memusingkan dan sampai sekarang juga belum dikuasai betul. Semua saya pelajari sendiri lewat buku, Youtube dan bertanya pada teman.

Kala itu, saya benar-benar heran dengan kekuatan yang mendorong hati sehingga getol belajar ilmu yang jauh dari yang saya tekuni [ filsafat ] di kampus. Bahkan saya sampai rela tidur larut malam/pagi hanya untuk otak-atik website, mempelajarinya sampai saya benar-benar menguasai piranti lunak pembangun website.

Dorongan/ hasrat yang kuat untuk bisa menguasai atau memahami pemrograman ini kuat sekali. Buku-buku spiritualitas yang biasanya jadi minat, saya singkirkan. Saya lebih memilih dan mengumpulkan buku-buku tentang dunia pemrograman.

Sementara itu saya dan AH mesti berjibaku melawan serangan-serangan hacker iseng hingga membuat website beberapa kali dideface (diubah wajah depan oleh penyusup diberi gambar setan).  Mengamankan data, mencari cara supaya website aman, dan tentu saja memperbaiki desain (wajah website) beberapa kali merupakan pengalaman yang tidak mudah mengingat saya tidak ahli waktu itu. Ini juga bagian dari proses belajar itu. Yang mengherankan, saya kok mau menjalankannya?

Tak hanya mengurus bagian belakang, saya juga mengedit dan menulis, membantu teman yang juga mengelola – MH- yang waktu itu kami dapuk menjadi pemimpin redaksi. Saya juga masih harus mendesain banner dan poster dan memasangnya sendiri. Dan itu mesti belajar sendiri. Dan masih ada lagi persoalan teknis kecil-kecil yang kerap muncul dan harus saya cari tahu bersama AH untuk diselesaikan.

Yang heran, saya maju terus pantang mundur. Sekali lagi,  saya tidak tahu kenapa begini. Saya pun bertanya, “Hasrat [ dorongan ] menggebu ini maksudnya apa ya, Tuhan?”

Yang saya tahu, semangat magis [ ingin mencapai sesuatu yang lebih ] seolah menyelimuti diri. Saya mau agar komunitas kami, Sesawi yang hadir di Gereja Katolik Indonesia andil dalam pengembangan dan pembinaan iman umat lewat pemberitaan dan tulisan rohani. Jadi, komunitas ini tidak hanya bergerak secara internal melainkan juga keluar untuk masyarakat banyak.

Menemukan Sahabat

Waktu berjalan hingga sekarang media ini sudah berusia sepuluh tahun. Berkat website ini kami bisa ikut menggerakkan teman-teman umat Katolik [ awam dan yang bukan awam ] berbagi iman lewat tulisan. Ini makin intensif setelah Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia [ Komsos KWI ] minta tim Sesawi.net memberi pelatihan jurnalistik di berbagai keuskupan di Indonesia.

Lewat pelatihan off line, hubungan dilanjut lewat sosial media (whatsapp), teman-teman yang saya latih mengirimkan artikel dan berita. Para romo, suster, bruder dan banyak awam rela mengirimkan renungan, puisi, berita, juga kisah iman mereka untuk ditayangkan di website tanpa dibayar karena kami tidak bisa memberi imbalan. Makin lama, makin banyak orang yang terlibat dalam misi ‘penyelamatan jiwa-jiwa’ lewat tulis-menulis ini.

Perkembangan selanjutnya, paguyuban yang sekarang sudah memiliki yayasan juga terbantu dalam menggalang dana bagi seminaris, korban bencana, masyarakat Asmat, dan promosi kegiatan seperti penerbitan dan penjualan buku serta seminar. Makin banyak orang yang kemudian menjadi sahabat.

Situasi ini rasanya seperti yang pernah dialami Santo Ignatius saat dia berhasil menjalin persahabat dengan keluarga Ines Pascual yang ditemuinya di jalan dari Montserrat ke Manresa. Demikian juga saat Ignatius membentuk kelompok Ignatius pertama berkat pertemuan dengan anak-anak muda seperti Calixto de Sa, dan Lopez de Carceres. 

Pakar Spiritualitas Ignatian, Pater Leo Sardi SJ dalam bukunya Spiritualitas Ignatian Sebagai Cara Hidup menyebut munculnya sahabat-sahabat ini merupakan wujud kerohanian rasuli.

“Inspirasi kerohanian rasuli menyelamatkan jiwa-jiwa yang dialami Ignatius memiliki makna ganda, yakni menyelamatkan jiwa-jiwa dan membangun persahabatan untuk bisa magis menyelamatkan jiwa-jiwa,”kata Pater Sardi.

Hasrat dan Kehendak Tuhan

Tentang hasrat yang kuat untuk belajar membuat website dan pemrograman dan upaya keras untuk mewujudkan portal berita Katolik, saya rasa merupakan wujud bahwa Tuhan sedang berbicara [ berkomunikasi ] dengan saya. Tuhan menghendaki sesuatu. Syukurlah, saya menanggapi kehendak Tuhan itu.

Dalam perjalanan sesudahnya ternyata kemampuan membuat website ini dapat saya gunakan untuk membantu Komsos dan Dokpen KWI membangun dan medesain ulang website mereka. Demikian juga membantu beberapa yayasan sosial dan beberapa keuskupan atau lembaga lain (seperti SD Kanisius Kenalan) dengan membuat website. Bahkan kemampuan di bidang digital ini [ yang akhirnya tidak hanya soal membuat website ] juga digunakan untuk membantu karya-karya sosial saya untuk gereja secara umum. “Jadi, ini tho kehendak Tuhan. Ini tho yang sedang disampaikan Tuhan kepada saya,”batin saya.

Tak hanya itu, kemampuan itu pun membuat karier pribadi saya naik karena daya tawar saya sebagai wartawan lebih tinggi.

Pater James Martin SJ dalam bukunya Spiritualitas Yesuit dalam Keseharian menyebutkan, hasrat merupakan kunci spiritualitas Ignatian. Ini karena Allah sering menggunakan [ hasrat / dorongan dan kehendak hati ] agar suaraNya bisa kita jejaki dalam kehidupan. “Pada akhirnya hasrat terdalam kita yang tertanam dalam hati, itulah sebenarnya hasrat kita akan Allah,”ujar Pater James.

Karena itu, dalam Latihan Rohani, Ignatius berkali-kali minta agar kita selalu mohon rahmat kehendak [ hasrat jiwa ] setiap kali memulai doa/meditasi. Kita harus tahu apa “apa yang kuinginkan dan kudambakan” [ id quod volo ] dan memintanya pada Tuhan. Misalnya saat berkontemplasi mengenai hidup Yesus, kita mohon rahmat pengetahuan lebih dalam akan Yesus.

Praktik ini mengingatkan saya betapa pentingnya memohon sesuatu dalam kehidupan rohani dan kemudian menyadari bahwa apa pun yang kita terima semata-mata merupakan anugerah dari Allah.

BACA JUGA : Tuhan Menaruh Hasrat itu Dalam Hatiku – sebuah refleksi kecil tentang hasrat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s