Setiap Orang Bisa Komunikasi dengan Malaikat


Saya mau disclaimer dulu sebelum bicara panjang lebar. Saya bicara berdasar pengalaman, juga pemahaman yang saya peroleh lewat ngobrol dengan malaikat [ kebanyakan bersifat telepatik ] atau dari informasi yang disampaikan malaikat secara tidak langsung dalam pikiran.

Saya tegaskan, bahwa saya belum bisa melihat malaikat secara langsung, tapi saya bisa merasakan kehadiran malaikat. Ada kawan-kawan saya yang punya kemampuan tidak seperti saya. Ada yang bisa melihat, ada yang bisa mendengar, ada juga yang bisa mendengar dan melihat. Mereka kebanyakan tadinya tidak tahu bahwa bisa berkomunikasi dengan malaikat, namun karena saya ajari akhirnya bisa.

Yang saya sampaikan bukan sesuatu yang ilmiah. Tidak ada bukti yang bisa saya kasih, melainkan saya mengajak teman-teman untuk membuktikan sendiri kebenarannya. Karena setiap orang pada dasarnya bisa berkomunikasi atau melihat malaikat (yang ini tidak setiap orang bisa).

Cahaya Ilahi
Sharing saya mulai dengan bicara tentang : Siapa itu malaikat? Mereka adalah cahaya ilahi [ cahaya Tuhan ] yang dihadirkan Tuhan untuk menolong/menjaga semesta alam ini khususnya manusia. Malaikat ditempatkan oleh Tuhan dimana saja, dapur, taman, gunung, sungai, laut, pohon, binatang dimana saja. Dan yang pasti mendampingi setiap manusia. Setidaknya ada 2 malaikat yang membantu kita sebagai malaikat pelindung.

Maka, kalau ada yang bisa melihat malaikat biasanya akan melihat sosoknya berupa cahaya. Ada yang bisa melihat sosok berbentuk manusia juga wajahnya. Tapi kebanyakan tidak bisa melihat wajahnya dan hanya melihat cahayanya yang berbeda-beda. Misal malaikat Rafael punya ciri khas warna hijau atau oranye, Gabriel putih, ada birunya, dll.

Kadang-kadang untuk yang baru mencoba dan berhasil melihat, hanya warna-warni seperti pelangi bersliweran di udara. Cahaya ini ada energinya. Saya bisa merasakan energi malaikat yang biasanya terasa berat dan hangat. Saat mulai memanggil, hawanya biasa tapi kemudian ketika malaikat itu hadir hawanya mulai menghangat di sekujur tubuh, kadang-kadang hanya terasa di beberapa bagian tubuh saja seperti wajah, tangan (terutama telapak), punggung atau bagian badan depan.

Energi malaikat juga berbeda. Yang paling bisa saya bedakan adalah energinya Malaikat Mikael yang biasanya berasa sangat berat. Aura/cahaya yang mendekati tubuh membuat saya merasa seperti ditekan oleh sesuatu yang besar sekali.

Saya kadang-kadang melihat cahaya terang meski mata saya terpejam ketika memanggil malaikat. Cahaya terang juga saya lihat dan rasakan ketika perjamuan kudus / ekaristi. Kalau ini saya rasa bukan hanya cahaya malaikat, melainkan cahaya Tuhan sehingga dalam keadaan mata tertutup pun terang itu kelihatan meski sebentar saja.

Sering juga saya melihat cahaya putih ini ketika saya berdoa Salam Maria yang diulang-ulang selama kurang lebih 30 menitan. Energi besar menyelubungi tubuh saya dan cahaya itu menyinar terang. Saya lihat dalam keadaan mata tertutup, seolah di ruangan, tempat saya ada disinari cahaya lampu terang. Padahal ketika saya melek/membuka mata, kondisi cahaya biasa saja.

Jadi, malaikat itu makhluk cahaya.

Energinya Riil
Meski makhluk cahaya, ada juga malaikat yang muncul dalam bentuk manusia. Saya belum menemui hal ini. Dalam banyak kisah disebutkan mereka persis manusia yang datang tiba-tiba menolong lalu hilang tiba-tiba.

Sebagai makhluk cahaya, bisa jadi mereka memunculkan dirinya dalam bentuk cahaya/sinar bukan sosok.

Pernah beberapa bulan lalu saat PSBB masih berjalan, saya sering meditasi dengan meminta bantuan malaikat [ khususnya pas kondisi fisik saya lemah, capai ]. Lalu saya berbaring di kasur. Saya memanggil para malaikat agung, tidak hanya Gabriel, Mikael, Rafael atau Uriel, tapi banyak lagi.

Yang terjadi, badan saya terasa kaku, tapi tingkat energi saya perlahan menaik. Saya merasa badan seperti dialiri energi listrik gelombang rendah. Kadang-kadang kalau ada bagian tubuh yang sakit akibat kecapaian, bagian badan itu gerak-gerak sendiri.

Secara keseluruhan badan dan mental saya merasa nyaman luar biasa dan tidak ingin berhenti alias ingin terus-menerus dalam kondisi seperti itu. Saat bangun, badan dan pikiran segar kembali. Ini sempat beberapa bulan menjadi cara saya untuk mengganti tidur siang. Saya lakukan kurang lebih setengah sampai satu jam.

Karena saya tidak bisa melihat dan hanya bisa merasakan sensasi itu, saya minta tolong istri [ dia juga bisa melihat karena saya ajari. Tadinya dia tidak menyadari, tetapi saya merasa bahwa dia bisa, lalu saya beri tahu caranya ] melihat apa yang terjadi. Ternyata pada saat meditasi atau berbaring/ kadang duduk, istri saya melihat tubuh diselubungi cahaya warna-warni bentuknya seperti tabung. Kadang dia melihat ada malaikat memegang bagian tubuh yang paling lelah/sakit. Tapi hanya satu malaikat yang nampak. Yang lain membentuk cahaya warna-warni.

Sementara dari sisi penampakannya, malaikat bisa berbentuk laki-laki atau perempuan, atau kedua-duanya. Pada dasarnya mereka androgini. Sementara dari segi penampilan misalnya pakaian, yang bisa dilihat, bisa beragam.

Ingat! Bentuk seperti ini hanyalah gambaran yang dimunculkan malaikat supaya kita kenal. Misal, malaikat warrior (protektor, perang) biasanya berpakaian seperti tentara romawi, ada juga malaikat dapur yang bisa dilihat dengan pakaian seperti celemek dengan dasar pakaian sama, jubah putih panjang bercahaya. Ada juga malaikat taman, penjaga kuburan, gunung, dan lain-lain.

Mengapa Ada Malaikat?
Mereka hadir karena kasih Tuhan Allah pada kita. Tugasnya menyampaikan pesan Tuhan kepada kita seperti tukang pos. Pemahaman dasarnya begini : Setiap saat Tuhan selalu berkomunikasi dengan kita masing-masing. Kalau dalam bahasa Ignasian (Santo Ignatius) Tuhan terlibat setiap saat dalam hidup kita sehari-hari.

Pesan yang disampaikan Tuhan itu beragam caranya entah lewat peristiwa, bacaan, tontonan, omongan orang lain, orang-orang yang kita temui, pemikiran kita sendiri, dan lain sebagainya. Intinya Tuhan selalu mau keep in touch dengan kita.

Saya sendiri biasanya menangkap pesan malaikat dengan cara telepatik. Cara membedakan dengan pikiran kita sendiri adalah pikiran itu muncul tanpa diduga/ tiba-tiba atau keluar sendiri. Saya sering melakukan ini dengan istri ketika ngobrol dengan dia. Tanpa disadari saya sering bicara panjang lebar tentang suatu hal yang kemudian setelah selesai, saya bingung kok bisa bicara begitu ya.

Pesan telepatik ini contohnya seperti ini. Suatu sore saat misa jam enam, di akhir Bulan September 2020, saya minta tolong atau tepatnya bertanya pada malaikat apakah saya harus lanjut atau tidak dengan langkah saya di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Saat ini saya sedang menjajaki untuk ikut membantu di bagian komunikasi publik satgas covid-19.

Saat itu saya ragu karena di awal-awal masih belum jelas status dan tugasnya, SK juga belum ada. Namun, setelah misa pas ikut rapat pertama dengan tim, tiba-tiba keluar sebuah perintah dalam bentuk dorongan hati [ yang kuat ] agar saya melanjutkan saja dengan beberapa alasan yang bagi saya sangat masuk akal :

  1. Saya bisa sharing ilmu saya dalam bidang komunikasi
  2. Saya juga bisa ambil bagian dalam perang melawan covid ini secara nasional
  3. Kalaupun ada masalah, biarkan saja toh itu bukan secara terstruktur. Lagipula kan posisi saya kan sebutannya relawan, jadi ya mestinya suka rela.

Selanjutnya, dari sini saya justru bisa membantu istri mendapatkan projek untuk medianya. Sebagai catatan, hingga kini, banyak media nasional/daerah mengalami kesulitan cari uang. Banyak yang mengurangi belanja iklan. Di sisi lain, tidak ada kegiatan offline, banyak pemotongan gaji, dan lain sebagainya. Nah, setidaknya projek ini membantu menyelamatkan medianya.

Yang lain misalnya begini, pada malam sebelum Julia Perez [ artis ] meninggal, tiba-tiba dalam pikiran keluar wajahnya. lalu diberitahu bahwa dia akan meninggal esoknya. Saya bilang istri saya, “Kelihatannya Julia Perez ini nggak lama…eh betul besoknya ada kabar Julia Perez meninggal.”

Hal-hal semacam ini sering terjadi. Kadang-kadang saya tidak tahu, tiba-tiba dari mulut keluar sesuatu yang tidak diduga. Misalnya, beberapa waktu lalu, sekitar kurang lebih awal Agustus, saat istri mulai jualan lagi [ Pepes Ikan Mas ] setelah sekian lama tidak jualan, tiba-tiba saya bicara ke istri supaya ngobrol dengan si raja ikan.

Saya waktu itu tidak tahu apa yang bakal disampaikan [oleh si ikan ]. Istri saya lalu melakukannya dan bilang bahwa dia didatangi ikan besar di dekat mukanya dan memberi tahu supaya mendoakan ikan-ikan mas yang dibelinya setelah dibersihkan dan ditaruh di zink tempat cuci piring di dapur. Saya sendiri tidak menyangka akan ada pesan seperti itu meskipun bagi saya pesan itu biasa, tidak ada yang aneh.

Malaikat juga bisa menyampaikan pesan melalui mimpi. Suatu kali saya memimpikan seorang pastor yang sedang sakit. Pastor itu dulu pembimbing studi saya. Saya tidak sempat menengoknya. Beberapa hari setelah mimpi, saya dengar kabar dia meninggal. Itu juga merupakan pesan malaikat.

Dipengaruhi Sang Pelindung
Berdasar pengalaman, saya merasa seluruh hidup dipengaruhi Malaikat Gabriel, nama baptis sekaligus pelindung saya. Ini adalah malaikat patron untuk para penulis, wartawan, imam/pastor, atau hal-hal yang terkait dengan dunia komunikasi dan kreativitas.

Saya puluhan tahun menjadi jurnalis/wartawan. Dulu sebelum bisa menulis dengan bagus (saat SMA dan saat masih di frateran Serikat Jesus), saya punya hasrat/dorongan ingin bisa menulis. Lalu saya tedorong untuk belajar menulis dan memasukkan ke majalah/surat kabar. Hingga saya sendiri kemudian tercemplung di dunia jurnalistik sebagai profesi saya kini.

Saya juga kreatif. Sejak kecil saya suka menggambar dan pernah beberapa kali juara. Saya suka dengan hal-hal yang terkait dengan seni dan grafis sebagai pengembangan dari potensi menggambar. Di seminari, saya beberapa kali ketiban sampur mengurus podium/panggung yang terkait sekali dengan gambar menggambar dan seni. Di novisiat, saya diminta membuat kartu ucapan selamat ulang tahun, dan sampai sekarang saya senang membuat hal-hal yang terkait dengan desain grafis seperti poster, banner, meme, infografis, dll. Saya rasa itu pengaruh dari Malaikat Gabriel [ malaikat pemberi kreativitas dan pelindung para pekerja kreatif ].

Jadi, salah satu cara kerja malaikat adalah memengaruhi pikiran, hati, kehendak kita. Kalau dalam pengalaman saya, dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu itu biasanya datang dari malaikat. Contohnya soal tulis-menulis, saat di frateran [ di Jakarta, saat masih kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ], saking inginnya bisa menulis, saya setiap hari menetapkan waktu sejam untuk menulis apa saja yang ada di kepala saya. Lama-lama, menulis menjadi mudah bagi saya.

Sebelumnya saat di Seminari, hal yang sama juga terjadi. Saking inginnya bisa menulis, saya setiap hari menulis diary /buku jurnal. Sampai lulus buku-buku itu saya bakar. Di kemudian hari saya menyesal karena banyak kisah yang menarik yang bisa saya baca kembali. Intinya, dorongan hati yang kuat menjadi cara malaikat bicara pada kita.

Yang beberapa bulan lalu baru terjadi, saat saya resign dari sebuah perusahaan media nasional. Saya resign Bulan Februari [ 2020 ], tapi diberi kesempatan two month notice. Artinya saya masih punya kesempatan untuk menyelesaikan tugas hingga April. Namun, saya diperbolehkan tidak masuk sejak awal Maret.

Nah, saat awal Maret itu saya punya dorongan kuat untuk segera menyelesaikan exit clearance sehingga harapannya di minggu kedua saya sudah tidak perlu lagi ke kantor. Staf HRD sempat bilang, “kan masih lama ini mas”. Namun, saya tetap selesaikan segera exit clearance itu. Ehhh tidak tahunya di pertengahan Maret ada kabar dari pemerintah agar semua orang menjalankan WFH [ Work From Home ] dan PSBB. Nah, dorongan inilah yang bisa kita sebut sebagai bimbingan malaikat.

Malaikat juga bicara pada kita lewat omongan orang lain. Misalnya suatu ketika Bapak saya bilang menjelang saya masuk seminari [ 1991 ], “Baguslah kalau kamu masuk seminari, kreativitasmu tersalurkan.” Omongan itu sampai sekarang menancap di pikiran dan memang demikian adanya. Gabriel mau bilang ke saya, kamu itu kreatif jadi manfaatkan itu sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri dan menolong orang. Pesan model begini sering saya alami. Saya yakin teman-teman juga pernah mengalaminya.

Saat menonton film, video, baca buku, atau kita berada dalam situasi tertentu, bisa jadi itu adalah cara malaikat [ yang diutus Tuhan ] untuk menuntun kita. Misalnya, suatu ketika saya konflik dengan bos di perusahaan lama. Konflik terjadi karena omongan si bos ini pedas/nylekit dan saya tidak suka.

Saya sering menunjukkan ketidaksukaan itu dengan bicara ketus dan keras juga. Nah, suatu ketika saking tidak kuatnya dengan situasi ini karena korban omongannya juga banyak, saya sempat menghindar kalau ketemu dia dan bertanya pada Tuhan, “Tuhan, ini kenapa ya saya harus bertemu dia.”

Tidak seberapa lama, jawaban itu keluar dalam pikiran saya. Jawabannya : “Kalau kamu tidak ketemu dia kamu tidak tahu rasanya kalau orang nylekit atau mengeluarkan kata-kata keras/pedas padamu. Juga kamu tidak akan belajar menjadi rendah hati.”

Beragam
Intinya, beragam cara bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan malaikat. Yang paling sering saya lakukan dengan metode telepatik. Saya duduk diam, tenang, meningkatkan energi saya dengan menarik napas dalam tiga kali. Membuat hati saya gembira dan sukacita. Kalau ada hal-hal yang tidak mengenakkan segera saya selesaikan dengan mengampuni.

Saya bayangkan diri saya terselubungi cahaya berbentuk telur emas [ ini hanya kadang-kadang saya lakukan ], lalu dalam hati saya memanggil malaikat : “Malaikat …..sebut namanya, misal Gabriel/Malaikat Pelindungku…datanglah, hadirlah saya ingin bicara/ngobrol dengan kamu….saya ucapkan berkali-kali lalu saya diam…proses terjadi beberapa menit, tapi saat itu aura malaikat sudah bisa dirasakan. Energinya bisa Anda rasakan…

Ketika sudah dirasakan kehadirannya, saya mengatakan sesuatu dan dijawab dengan adanya pikiran yang tidak saya kreasi/buat sendiri. Apa yang keluar pertama dalam pikiran itulah jawaban malaikat. Langkah ini bisa dilakukan setiap hari. Dan baik, bila kita selalu berterima kasih setelah bicara atau minta tolong malaikat. Lakukan ini terus-menerus dan akrablah dengan malaikat pelindung Anda.

Tak jarang juga melaikat menyampaikan pesan lewat angka-angka. Ini ada rumusnya. Biasanya muncul angka kembar misalnya 1111. Ini merupakan kode inisiasi, intuisi, spiritualitas dan enlightenment/pencerahan. Saat mendapati angka ini, malaikat mau mengatakan bahwa ada pintu masuk untuk Anda agar bisa mengakses tuntunan dari yang Ilahi. Anda akan mendapat rahmat kesadaran yang lebih luas, cinta, penyembuhan, energi besar yang ilahi. Anda mengalami peningkatan vibrasi.

Sebagai Catatan Penting

  1. Malaikat ada/ mendampingi siapa pun tidak peduli orang itu jahat atau tidak. Malaikat melihat Anda sebagai cahaya Tuhan. Mereka tidak fokus pada kejahatan/kesalahan kita, melainkan fokus pada keilahian dan potensi diri kita. Malaikat tidak menghakimi kita dan hanya membawa cinta. Jadi, Anda akan aman bersama malaikat dan percayalah pada mereka.
  2. Tidak peduli Anda orang yang percaya pada Tuhan atau tidak, Anda orangnya skeptis atau tidak. Malaikat percaya pada Anda. Mereka melihat sekali lagi, cahaya yang ada dalam kedalaman jiwa Anda. Mereka tahu talenta yang sesungguhnya dari diri, mengerti misi hidup Anda dan mau membantu dalam segala hal.
  3. Anda tidak perlu belajar khusus/pelatihan khusus, menjadi orang suci/kudus dulu atau apa pun yang suci. Malaikat akan menolong setiap orang yang memanggilnya tanpa “biaya” dan mereka selalu siap sedia, available.
  4. Malaikat bekerja atas perintah/permintaan kita. Tanpa perintah/permintaan/doa kita mereka tidak berani berbuat sesuatu. Beberapa bulan lalu, teman istri (muslim) saya meninggal karena kanker. Usai dikuburkan, saya mengajak istri untuk melihat/menemui arwahnya. Sebelumnya saya minta izin memanggil jiwanya sambil minta malaikat Mikael menjaga. Istri saya melihat arwah/jiwa temannya bercahaya, artinya hatinya bersih, orangnya baik. Namun, rupanya dia belum bisa melanjutkan perjalanan ke Tuhan, masih tersangkut di bumi. Rupanya ketika ditanya, dia masih belum rela meninggalkan anaknya yang paling kecil [ anaknya dua ], anak cewek. Memang si kecil ini hiperaktif dan susah diatur. Istri melihat ada benang yang membelit kakinya ke bawah/ bumi. Lalu saya tanya kenapa tidak dipotong saja benang itu, jawab Mikael karena tidak ada yang minta. Lalu saya minta segera dipotong. Dalam sekejap, arwah itu langsung diangkat ke atas. Jadi, malaikat menghargai kehendak bebas manusia. Kalau kita tidak terbiasa meminta tolong malaikat, nanti kita pun juga akan sulit berkomunikasi dengan malaikat karena tidak terbiasa.
  1. Catatan lain. Anda akan kesulitan untuk memanggil malaikat saat dalam kondisi energi low level seperti marah, benci, sedih, sakit, dll. Maka, Anda harus menaikkan level energi ke tingkat yang lebih tinggi, misalnya dengan bersyukur, banyak mendoakan orang lain, memaafkan diri sendiri/keadaan/orang lain, selalu bergembira, dll. Tidak heran bila kita diminta mendoakan orang yang sedang sakit atau kondisi mental sedang jatuh. Karena, kondisi ini sangat tidak memungkinkan mental atau pikiran kita memanggil malaikat. Kita butuh orang lain.

Tidak heran pula bila Anda dikelilingi banyak malaikat karena banyak yang mendoakan. Jadi, jangan keliru berpandangan bahwa doa adalah tindakan pasif atau bukan merupakan tindakan. Doa itu sebuah aktivitas/tindakan, perbuatan baik yang sebaiknya kita lakukan terus-menerus. Dengan berdoa, kita memanfaatkan para malaikat. Saya diberitahu bahwa banyak malaikat menganggur karena kita tidak percaya dan tidak pernah minta tolong malaikat.

Beberapa cara minta tolong pada malaikat antara lain :

  1. Dengan mengatakan [ keluar suara dari mulut kita ], katakan langsung : malaikat saya minta supaya sekeliling rumah saya dijaga dan dilindungi.
  2. Pikirkan. Secara mental Anda mengatakan dalam pikiran atau membatin. Malaikat akan datang sesegera mungkin. Suatu malam, saya sedang tiduran dengan istri. Kebetulan tangannya sakit, dia minta tolong supaya disembuhkan. Lalu tangan kanan dia yang sakit saya pegang, sambil dalam hati saya panggil Malaikat Rafael. Tiba-tiba istri saya bilang, “Kamu panggil siapa, ada yang datang” lalu saya jawab, coba warnanya apa,”lalu dia menjawab warna oranye sebagai ciri khas Malaikat Rafael.
  3. Tuliskan. Anda bisa juga menulis permintaan kepada malaikat lewat tulisan.
  4. Visualisasikan. Anda juga membuat gambaran visual secara mental bahwa malaikat mengelilingi Anda membantu Anda untuk hal tertentu.
  5. Afirmasikan. Afirmasi ini lebih berupa ucapan terima kasih karena telah menyelesaikan masalah-masalah kita atau doa-doa yang kita ucapkan berdasar buku doa misal Puji Syukur/Madah Bakti. Yang paling terasa ketika kita berdoa Malaikat Tuhan. Kalau kita serius berdoa, Anda akan bisa merasakan kehadiran malaikat.

Jadi, pada dasarnya semua orang bisa berkomunikasi dengan malaikat. Dan kita bisa minta tolong, apa pun persoalan yang kita hadapi. Tinggal melatih kemampuan kita masing-masing. Dan itu yang bisa menemukan adalah Anda sendiri.

Setiap orang memiliki kemampuan berbeda-beda. Ada yang lebih oke di bidang audio/pendengarannya maka dia bisa mendengar dengan jelas pesan yang disampaikan malaikat di telinganya. Ada yang bisa melihat secara visual dengan jelas, ada juga yang bisa merasakan sensasi energinya seperti merinding, gut feeling/firasat/insting/intuitif dll.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s