PCC, Pil Baru Perusak Generasi Muda


Generasi muda Indonesia terus-menerus dilemahkan mentalnya.  Serangan sudah dimulai dengan narkoba, dipropagandakannya sikap-sikap antikemajemukan, ideologi-ideologi antipancasila. Dan sekarang, disebarkan tablet/pil PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol) yang menyebabkan 70-an anak remaja dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Kendari, Kamis (14/9).

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswadi tak salah sebut, menyatakan kasus PCC terorganisir dengan menjadikan anak-anak sebagai korban.

Saking ngawurnya racikan PCC ini, BPOM pun tak ingin menyebut pil ini sebagai obat karena sesuatu yang disebut obat seharusnya di bawah pengawasan (BPOM) mulai dari bahan baku hingga ke tangan konsumen. Kapala BPOM Penny Lukito menyebutnya racun.

PCC sejatinya dikenal dengan beberapa merek. Namun obat-obat ini (yang mengandung Carisoprodol) tak boleh diedarkan lagi sejak 2013. Carnophen (tablet), Rheumastop (tablet dan tablet salut selaput), Somadril compositum (tablet salut selaput), New Skelan (kapsul), Carsipan (tablet), Carminofen (tablet), Etacarphen (tablet), Cazerol (kaptabs), Bimacarphen (tablet), Karnomed (tablet) adalah merek-merek obat mengandung Carisoprodol dan illegal alias tak boleh diedarkan.

Meski Polda Sulsel berhasil meringkus delapan pengedar dan penjual, tampaknya ini hanya puncak gunung es. Peredaran tablet serupa juga terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Buktinya, sehari usai jatuhnya puluhan remaja akibat tablet PCC, Polda Sulsel berhasil menangkap lagi pembawa 200 papan Tramadol serta empat botol berisikan obat daftar G (obat keras psikotropika) lainnya di Bandara Internasional Hasanuddin, Kab Maros, Sulsel hendak dibawa ke Jawa.

Bahkan, setahun ini lebih 20 kasus ditangani Satuan Narkoba Polres Maros bekerja sama dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulsel. Dengan barang bukti puluhan ribu butir dari berbagai jenis.

Kasus PCC yang baru-baru ini bikin geger bukan pertama kalinya. Kendari juga bukan satu-satunya wilayah yang diserang dengan kejadian itu. Sebelumnya pada 2011 – 2015 di Lamongan, Jawa Timur telah beredar obat keras yang masuk daftar G bermerk Carnophen di kalangan nelayan, wiraswasta dan mahasiswa/pelajar.

Paling baru, Selasa, 19/9 dua ruko di Jalan Baturraden, Purwokerto yang dijadikan pabrik pil PCC bisa memproduksi ratusan ribu pil semalam digerebek Ditnarkoba Polri di Purwokerto, Jawa Tengah.Di hari yang sama, 10 karung pil PCC juga ditemukan di sebuah rumah penduduk di Surabaya, Jawa Timur.

Bukan tidak mungkin, di tempat lain pil PCC juga beredar. Pekerjaan rumah pemerintah makin banyak. Gerakan revolusi mental bakal tidak mudah berhadapan dengan para penjahat yang seharusnya dihukum seberat-beratnya karena telah merusak generasi penerus bangsa secara sengaja.

Kepolisian harus kerja keras mengungkap jaringan dan desain besar dari  temuan-temuan di lapangan. Demikian pula Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pengetatan pengawasan saat ini belum cukup kalau tidak ingin generasi muda bangsa menjadi hancur. Yang masih sederhana saja seperti keamanan jajanan sekolah anak belum selesai, masih ada kasus pil ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s