Menlu, Agen Perubahan dan Cita-cita Perdamaian


PENOBATAN  Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi oleh United Nation Women dan Global Partnership Forum (GPF) sebagai Agen of Change di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu 20 September 2017 menjadi penanda penting bagi Permerintahan Jokowi.

Upaya yang dilakukan Presiden Jokowi menanggapi situasi global utamanya terkait isu di Rakhine State, Myanmar bukan sekadar pencitraan seperti yang diungkapkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jokowi lewat Menlu Retno Marsudi terbukti serius menyelesaikan persoalan yang akhir-akhir ini juga menjadi amunisi untuk menyerang pemerintah terkait kasus Rohingya.

Diplomasi marathon yang dilakukan menlu memang tiada henti. Tak hanya mendatangi satu pihak, tapi banyak pihak. Mulai dari Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, lanjut bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi, lalu Penasihat Keamanan Nasional, Menlu, dan Menteri pada kantor Presiden Myanmar, masih dilanjutkan pertemuan dengan Menlu Bangladesh. Tak sampai seminggu, cukup dua hari. Dari 3 – 5 September.

Pemerintah Indonesia bahkan mengirimkan beragam bantuan fisik antara lain obat, tenda, makanan, family kit, gula, dan masih banyak lagi. Tak hanya ke Myanmar tapi juga Bangladesh. Lebih dari itu, rumah sakit juga dibangun di Myaung Bway, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar.

Peran menlu tak sampai di situ. Dalam Pertemuan Tingkat Menteri Gerakan Non Blok (GNB) Komite Palestina dengan tema 50 Tahun Okupasi Israel di Palestina (19/9). ​Menlu RI mengingatkan tahun 2017 merupakan tonggak kegagalan masyarakat internasional untuk mengakhiri 50 tahun pendudukan Israel di Palestina yang telah berlangsung sejak 1967.

Lagi-lagi Retno menyampaikan 4 usulan. Pertama, mengajak GNB memperkuat upaya bersama meningkatan status Palestina di tingkat internasional, termasuk menjadikan Palestina sebagai anggota penuh PBB. Kedua, menyerukan agar negara anggota GNB yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel menggunakan kedekatannya untuk mendorong Israel mengakhiri pendudukan illegal terhadap Palestina. Ketiga, mengajak GNB terus mendorong Majelis Umum PBB agar memberi perhatian pada situasi dan konflik​​ Palestina-Israel. Terakhir, mendorong negara-negara anggota GNB meningkatkan bantuan kemanusiaan dan pembangunan bagi Palestina.

Terbaru, Menlu menemui Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Peter Maurer, di New York, 22/9 membahas masalah kemanusiaan yang terjadi baik di Negara Bagian Rakhine, Myanmar maupun Bangladesh

Sepak terjang Retno sama gesitnya dengan Presiden Jokowi yang memang ingin agar Indonesia  ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial seperti diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

Tidak ada argumentasi lain yang paling kuat selain melakukan aksi nyata seperti yang dikatakan Jokowi. Lebih baik bertindak menolong daripada sekadar member kecaman.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s