PCC, Pil Baru Perusak Generasi Muda


Generasi muda Indonesia terus-menerus dilemahkan mentalnya.  Serangan sudah dimulai dengan narkoba, dipropagandakannya sikap-sikap antikemajemukan, ideologi-ideologi antipancasila. Dan sekarang, disebarkan tablet/pil PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol) yang menyebabkan 70-an anak remaja dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Kendari, Kamis (14/9).

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswadi tak salah sebut, menyatakan kasus PCC terorganisir dengan menjadikan anak-anak sebagai korban.

Saking ngawurnya racikan PCC ini, BPOM pun tak ingin menyebut pil ini sebagai obat karena sesuatu yang disebut obat seharusnya di bawah pengawasan (BPOM) mulai dari bahan baku hingga ke tangan konsumen. Kapala BPOM Penny Lukito menyebutnya racun.

PCC sejatinya dikenal dengan beberapa merek. Namun obat-obat ini (yang mengandung Carisoprodol) tak boleh diedarkan lagi sejak 2013. Carnophen (tablet), Rheumastop (tablet dan tablet salut selaput), Somadril compositum (tablet salut selaput), New Skelan (kapsul), Carsipan (tablet), Carminofen (tablet), Etacarphen (tablet), Cazerol (kaptabs), Bimacarphen (tablet), Karnomed (tablet) adalah merek-merek obat mengandung Carisoprodol dan illegal alias tak boleh diedarkan.

Meski Polda Sulsel berhasil meringkus delapan pengedar dan penjual, tampaknya ini hanya puncak gunung es. Peredaran tablet serupa juga terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Buktinya, sehari usai jatuhnya puluhan remaja akibat tablet PCC, Polda Sulsel berhasil menangkap lagi pembawa 200 papan Tramadol serta empat botol berisikan obat daftar G (obat keras psikotropika) lainnya di Bandara Internasional Hasanuddin, Kab Maros, Sulsel hendak dibawa ke Jawa.

Bahkan, setahun ini lebih 20 kasus ditangani Satuan Narkoba Polres Maros bekerja sama dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulsel. Dengan barang bukti puluhan ribu butir dari berbagai jenis.

Kasus PCC yang baru-baru ini bikin geger bukan pertama kalinya. Kendari juga bukan satu-satunya wilayah yang diserang dengan kejadian itu. Sebelumnya pada 2011 – 2015 di Lamongan, Jawa Timur telah beredar obat keras yang masuk daftar G bermerk Carnophen di kalangan nelayan, wiraswasta dan mahasiswa/pelajar.

Paling baru, Selasa, 19/9 dua ruko di Jalan Baturraden, Purwokerto yang dijadikan pabrik pil PCC bisa memproduksi ratusan ribu pil semalam digerebek Ditnarkoba Polri di Purwokerto, Jawa Tengah.Di hari yang sama, 10 karung pil PCC juga ditemukan di sebuah rumah penduduk di Surabaya, Jawa Timur.

Bukan tidak mungkin, di tempat lain pil PCC juga beredar. Pekerjaan rumah pemerintah makin banyak. Gerakan revolusi mental bakal tidak mudah berhadapan dengan para penjahat yang seharusnya dihukum seberat-beratnya karena telah merusak generasi penerus bangsa secara sengaja.

Kepolisian harus kerja keras mengungkap jaringan dan desain besar dari  temuan-temuan di lapangan. Demikian pula Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pengetatan pengawasan saat ini belum cukup kalau tidak ingin generasi muda bangsa menjadi hancur. Yang masih sederhana saja seperti keamanan jajanan sekolah anak belum selesai, masih ada kasus pil ini.

 

Advertisements

Isu PKI, Siapa Sasarannya?


Isu munculnya PKI kembali meruak. Kali ini oleh mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan TNI (Purn) Kivlan Zein.

Menurut Kivlan, orangnya sempat melihat simbol PKI di kaus salah satu pengunjung acara bertajuk ‘Asik Asik Aksi’ di gedung YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Senin, 19/9. Lain dari itu, mereka mengaku mendengar lagu “Genjer-genjer” yang diidentikkan dengan gerakan 30 September.

Ketua YLBHI Bidang Advokasi, Muhammad Isnur membantah semua itu. Kaus yang dipakai bukan gambar Karl Max melainkan tokoh anarkis Rusia Mikahil Bakunin dan tidak ada lagu “Genjer-genjer” melainkan lagu Redemption Song punya Bob Marley.

Kapolda Metro Jaya Idham Azis menyebut, massa yang menyerang dan merusak kantor YLBHI terpancing kabar bohong yang viral alias hoaks. Kapolda menyebut tidak ada acara berbau kebangkitan PKI seperti yang dituduhkan. Meski demikian, Kivlan bersikukuh acara yang digelar YLBHI dengan keluarga korban G30 S/PKI bukan kabar bohong.

Pernyataan mantan jenderal ini dianggap mengada-ada dan tidak berdasar. Apa yang diucapkan hanya menimbulkan kekisruhan dan menakut-nakuti meskipun masyarakat terutama anak-anak muda tidak takut. Mereka malah menertawakan.

Justru di laman-laman media sosial banyak yang memasang akun dengan kata-kata : Aku PKI (Penikmat Kopi Indonesia), Saya Pendukung PKI (Pecinta Kopi Indonesia), Bukan Sekadar PKI, Pekerja Keras Indonesia.

Yang lain memunculkan meme lucu-lucu terkait PKI. Salah satu meme menggambarkan bentuk palu arit logo PKI tapi dibuat dari bawang merah dan cabai dengan ujaran “Ini cuma cabe sama bawang merah kok, yakin deh.” Meme lain yang juga tak kalah lucu menggambarkan seorang polisi sedang menggertak seorang pria kurus sedang buang air besar di toilet sambil berteriak “Aha ketahuan boker Anda, ada sayur genjernya! Makanan komunis! Anda saya amankan.”

Yang lebih parah lagi, salah satu adegan rapat dalam film G/30 S PKI garapan Arifin C Noer diganti dialognya dengan perbicangan lucu dan tidak nyambung. Satu kalli ngomong bau badan, yang lain ngomong sawah dan presiden. Karena memang asal buat untuk sekadar lucu-lucuan. OPINI.Id bahkan membuat dialog tentang rencana perebutan kembali artis Raisa (yang telah dinikahi Hamish Daud) sebagai ganti dialog.

Partai Komunis memang sudah tak laku lagi. Bahkan Cina pun yang masih menggunakan ideologi komunis terkesan banci karena sistem ekonominya mengadopsi ekonomi liberal. Sementara Kuba meski berpaham komunis tidak kelihatan mengalami kemajuan secara ekonomi selama di tangan Fidel Castro dan penerusnya hingga kini.

Jadi, seperti yang disampaikan Ulama dan Tokoh Intelektual Syafii Maarif, memunculkan isu PKI itu seperti mimpi di siang bolong. Minim sekali negara modern yang tertarik dengan paham ini.

Digoreng

Isu PKI tampaknya sengaja digoreng. Arahnya Presiden Jokowi dan partainya. Faktanya, saat bertemu dengan pimpinan media 17/5, Jokowi dengan jengkel menjelaskan dirinya tidak mungkin terkait dengan PKI menanggapi banyaknya berita palsu tentang dirinya yang menyebutkan orang tuanya anggota PKI.

Bahkan sastrawan Taufik Ismail menilai kondisi Indonesia pada tahun ketiga Presiden Joko Widodo memerintah, seperti situasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia.

Nyatanya isu PKI sanggup menjatuhkan Rano Karno yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief (Golkar) pada Pilgub Banten Februari lalu. Isu yang diembuskan menyebutkan PDI Perjuangan terkait dengan PKI.

Rasanya ungkapan Waketum Gerindra yang menyamakan PDI Perjuangan dengan PKI bukan tidak sengaja meski pihak Gerindra sendiri menegur FX Arif Poyuono dan Arif sudah minta maaf. Kampanye hitam tampaknya sudah dikibarkan demi menjatuhkan petahana, Presiden Jokowi dan partainya.

Menlu, Agen Perubahan dan Cita-cita Perdamaian


PENOBATAN  Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi oleh United Nation Women dan Global Partnership Forum (GPF) sebagai Agen of Change di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu 20 September 2017 menjadi penanda penting bagi Permerintahan Jokowi.

Upaya yang dilakukan Presiden Jokowi menanggapi situasi global utamanya terkait isu di Rakhine State, Myanmar bukan sekadar pencitraan seperti yang diungkapkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jokowi lewat Menlu Retno Marsudi terbukti serius menyelesaikan persoalan yang akhir-akhir ini juga menjadi amunisi untuk menyerang pemerintah terkait kasus Rohingya.

Diplomasi marathon yang dilakukan menlu memang tiada henti. Tak hanya mendatangi satu pihak, tapi banyak pihak. Mulai dari Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, lanjut bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi, lalu Penasihat Keamanan Nasional, Menlu, dan Menteri pada kantor Presiden Myanmar, masih dilanjutkan pertemuan dengan Menlu Bangladesh. Tak sampai seminggu, cukup dua hari. Dari 3 – 5 September.

Pemerintah Indonesia bahkan mengirimkan beragam bantuan fisik antara lain obat, tenda, makanan, family kit, gula, dan masih banyak lagi. Tak hanya ke Myanmar tapi juga Bangladesh. Lebih dari itu, rumah sakit juga dibangun di Myaung Bway, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar.

Peran menlu tak sampai di situ. Dalam Pertemuan Tingkat Menteri Gerakan Non Blok (GNB) Komite Palestina dengan tema 50 Tahun Okupasi Israel di Palestina (19/9). ​Menlu RI mengingatkan tahun 2017 merupakan tonggak kegagalan masyarakat internasional untuk mengakhiri 50 tahun pendudukan Israel di Palestina yang telah berlangsung sejak 1967.

Lagi-lagi Retno menyampaikan 4 usulan. Pertama, mengajak GNB memperkuat upaya bersama meningkatan status Palestina di tingkat internasional, termasuk menjadikan Palestina sebagai anggota penuh PBB. Kedua, menyerukan agar negara anggota GNB yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel menggunakan kedekatannya untuk mendorong Israel mengakhiri pendudukan illegal terhadap Palestina. Ketiga, mengajak GNB terus mendorong Majelis Umum PBB agar memberi perhatian pada situasi dan konflik​​ Palestina-Israel. Terakhir, mendorong negara-negara anggota GNB meningkatkan bantuan kemanusiaan dan pembangunan bagi Palestina.

Terbaru, Menlu menemui Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Peter Maurer, di New York, 22/9 membahas masalah kemanusiaan yang terjadi baik di Negara Bagian Rakhine, Myanmar maupun Bangladesh

Sepak terjang Retno sama gesitnya dengan Presiden Jokowi yang memang ingin agar Indonesia  ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial seperti diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

Tidak ada argumentasi lain yang paling kuat selain melakukan aksi nyata seperti yang dikatakan Jokowi. Lebih baik bertindak menolong daripada sekadar member kecaman.

 

 

 

 

 

Dan Kupanggillah Dia Malaikat Rafael


CAHAYA terang benderang menyilaukan berwarna keemasan tiba-tiba memancar di depan tubuh dan wajah. Terang itu tidak menyakiti tapi menghangatkan dan memberi kedamaian. Rafael atau Raphael (Isrofil), kami memanggil namanya.

Dialah sang penyembuh, malaikat yang diutus oleh Tuhan untuk memberi cahaya penyembuhan bagi setiap makhluk termasuk manusia yang membutuhkannya. Seperti itu saya mengenalnya dari Kitab Suci, Kitab Tobit. Dialah yang juga hadir dalam kehidupan putra Tobit, Tobiah (bahasa Yunani: Tobias), dari suku Naftali, yang diutus ayahnya yang buta untuk mengumpulkan sejumlah uang yang pernah disimpannya beberapa waktu sebelumnya di Kota Media, di Israel.

Saya yakin dengan kedatangannya dan tak ragu dia telah hadir, karena kami memanggil dengan namanya. “Malaikat Rafael datanglah, kami mohon bantuanmu,” begitu kami berdoa. Dan dalam hitungan detik, cahaya itu keluar. Sayang, saya tidak bisa melihatnya.

Kuning Keemasan
Dalam sesi penyembuhan singkat dengan menggunakan metode hipnosis itu, teman saya Febi sebelumnya bercerita sedang menderita sakit lever. “Belum sampai mengeras tapi dokter bilang sudah tidak lagi berbentuk sempurna levernya,”ujar Febi. Maklum teman saya ini gemar minum alkohol. Bahkan beberapa tahun lalu dia pernah muntah darah akibat minuman ‘setan’ ini.

Saya pun kemudian menawarkan diri membantu dia. “Setelah saya induksi, kita nanti akan panggil Malaikat Rafael dan mohon padanya agar dia menyembuhkan sakit yang kamu derita,”ucap saya padanya. Dan Febi pun setuju.

Dalam sesi penyembuhan yang tidak terlalu lama, hanya satu jam itu pengalaman luar biasa kami alami bersama. Meskipun mata tertutup, Febi tetap bisa melihat kedatangan Malaikat Rafael. “Cahayanya terang keemasan. Sayapnya tidak sedang membentang, tersembunyi di belakang tubuh yang berjubah berwarna kuning keemasan. Mukanya bercahaya, sementara tangan kiri mengacungkan telunjuk dan menempelkan di mulut isyarat tidak mau bicara dan tangan kiri terbuka memberi energi,”ujar Febi.

archangel raphael
archangel raphael

Febi merasakan kehangatan yang luar biasa meski ruangan yang kami pakai di kantor pada jam delapan, Selasa (24/03/2015) malam itu dingin. “Hangatnya seperti cahaya matahari yang memancar di jam tujuh pagi,”ujar Febi.

Meski tidak bisa melihat penampakannya yang memberi kedamaian, saya bisa merasakan kedamaian dan energi luar biasa penuh kasih yang dipancarkan Rafael. “Terangnya juga mengenai tubuh mas,” kata Febi. Saya memang berdiri tidak jauh dari tempat duduk Febi, nggak sampai setengah meter jauhnya.

Tanpa prolog, sang malaikat langsung bekerja. Dia langsung mengerti apa yang kami minta malam itu. Tangan kirinya dengan kuku yang agak panjang dan indah menjulur membuka mengarahkan energi penyembuhan pada Febi. Rasa sakit di bagian lambung dan lever muncul sebentar. Sesudahnya rasa hangat dan nyaman yang dirasakan Febi.

Saya pun kebagian pancaran cahaya dan energi itu. Febi yang melihatnya dikuatkan dengan sensasi rasa yang saya rasakan sendiri. Bahkan hingga sesi penyembuhan selesai, rambut tangan saya berdiri, pori-pori kulit terbuka dan sensasi merinding masih terasa. Kebahagiaan saya rasakan saat itu juga. Demikian juga yang dirasakan Febi.

Agak mengagetkan setelah sesi penyembuhan hendak berakhir.”Ada suara yang berulang-ulang mengatakan ‘jangan usir saya, jangan usir saya’. Ini kayaknya penunggu ruangan ini,”ujar Febi. Rupanya energi malaikat ditakuti oleh mahkluk penunggu di ruang rapat kantor saya ini. Saya pun katakan pada Febi agar disampaikan pada si penunggu “kalau dia tidak berniat jahat, kita tidak akan usir dia.” Rupanya dia hanya tinggal dan tidak ada hal buruk yang dilakukannya.

Yang tidak bisa saya lupakan adalah pesan yang diberikan Rafael untuk saya tatkala menyembuhkan Febi. Dua kali dia mengatakan sesuatu. Pertama, pesannya berbunyi “jangan pernah berhenti mencari” dan “lindungilah orang yang kamu bantu.” Saya tidak tahu apa yang dimaksud karena sang malaikat menutup mulutnya lagi hingga dia menghilang.

Keesokan harinya, Febi pun merasakan tubuhnya bugar tidak seperti biasanya meski harus setiap hari mencoba teknik penyembuhan mandiri yang sudah saya ajarkan.

Penyembuhan dengan Malaikat

Pengalaman ini memberi sudut pandang baru bagi saya yang sedang belajar hipnoterapi. Rupanya hipnosis bisa saya pakai untuk membantu orang lain yang sedang sakit. Sebelum malaikat datang, saya mencoba agar Febi memindai seluruh tubuhnya dan melihat bagian mana yang sakit.

Dia berhenti pada bagian yang sakit, yakni lever dan lambung. Saat sampai di lever, saya memintanya membayangkan lever yang sehat dan sempurna yang ada di hadapannya. “Sekarang ambillah lever yang rusak yang kamu punya dan ganti dengan lever sehat yang ada di hadapannya,”kata saya memberi instruksi.

Cara yang mirip juga saya terapkan pada lambung Febi yang dilihatnya penuh cairan kuning.”Itu cairan obat,”katanya. Saya kemudian memintanya untuk menyedot cairan di lambung itu dengan sedotan, lantas meniupkan lambung dengan cahaya putih yang dia bayangkan ada di depannya sebagai terang penyembuhan Tuhan. Lambung pun kembali bersih dan terasa nyaman.

Ini yang ketiga kalinya saya menggunakan metode hipnosis untuk penyembuhan. Dan yang kedua kalinya menggabungkan metode hipnosis untuk memanggil malaikat (yang bukan pelindung kita sendiri) agar datang dan memberi penyembuhan. Tentu perlu ada bukti dan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan apakah kondisi lever Febi sudah membaik. Namun, lepas dari semua itu, rasa luar biasa menyelimuti hati saya. Tidak ada rasa lelah sedikit pun, bahkan saya merasa bahagia setelahnya.

Rafael dalam Kitab Suci
Bila Anda belum tahu siapa Rafael. Dialah yang menampilkan diri sebagai sanak keluarga Tobit, Azaria, dan menawarkan bantuan serta melindungi Tobias dalam perjalanannya. Di bawah bimbingan Rafael, Tobias pergi ke Media. Sepanjang perjalanan, ia diserang seekor ikan raksasa yang jantung, hati, dan empedunya diambil untuk obat.

Setelah tiba di Media, Rafael menceritakan kepada Tobias tentang Sarah cantik, yang berhak dinikahi Tobias karena mereka masih bertalian keluarga. Rafael menyuruh anak muda itu membakar hati dan jantung ikan dan mengusir hantu ke Mesir Hulu, serta mengikatnya erat. Sementara itu, diam-diam ayah Sarah telah menggali liang untuk mengubur Tobias yang diasumsikannya akan mati.

Ia terkejut, ternyata menantunya tetap hidup dan sehat wal afiat. Ia pun menyuruh agar pesta nikah segera diadakan dua kali lipat besarnya sambil diam-diam menutup kembali lubang kubur. Karena tidak dapat pergi ke pesta, Tobias mengutus Rafael mengambil uang ayahnya.

Setelah pesta, Tobias dan Sarah kembali ke Niniwe. Di sana Rafael menyuruh orang muda ini menggunakan empedu ikan untuk menyembuhkan mata buta ayahny. Di situlah Rafael mengungkapkan jati dirinya dan kembali ke surga. Tobit menyanyikan lagu pujian dan menyuruh anaknya meninggalkan Niniwe (Kota di Asiria) sebelum Allah menghancurkannya sesuai dengan nubuat Nabi Nahum.

Doa kepada Malaikat Rafael
Kalau Anda ingin berdoa memanggil Malaikat Rafael, marilah berdoa seperti ini

“Rafael, Saya bersyukur karena Tuhan telah mengutusmu untuk berbelaskasih pada manusia yang sedang berjuang secara fisik dan mental, emosional juga spiritual. Datanglah dan sembuhkanlah luka-luka dan sakit yang saya (kami) derita baik yang ada di tubuh atau jiwa. Saya bawa semua ini dalam doa. Semoga engkau berkenan memberi perhatian dan cinta bagi semua makhluk ciptaan Tuhan termasuk binatang-binatang dan lingkungan sekitar. Berilah kami inspirasi untuk dapat ambil bagian dalam tugas menjaga alam semesta ini. Tunjukkan pada saya/kami kehendak Tuhan yang sesungguhnya untuk memberi kasih dan perhatian pada yang sakit dan butuh pertolongan serta kesembuhan.”Amin

Akhirnya Kujumpa Dia, Malaikat Gabriel


DIA sudah datang. Sama seperti yang lain, wujudnya cahaya, terang sekali. Warnanya putih bersinar, menyilaukan. Rasa hangat mendadak menyelimuti tubuh saat itu. Inilah momen yang kutunggu. Aku bertemu dengan Gabriel, malaikat Tuhan yang juga dikenal dengan sebutan Jibril, Bavriel, Gibrail atau Jabrail.

Namanya mengandung makna “Tuhan adalah kekuatanku” dan dengan memanggil namanya kami mendatangkan dia. “Tanganku disentuh. Dia sedang menyembuhkan rasa sakit yang ada di perutku, bagian bawah,”ujar istriku, Retno Wulandari dengan mata tertutup.

malaikat-gabriel-804x1024Tanpa ba bi bu, Gabriel sudah memahami dan mengerti yang kami inginkan. Usai membawa memori istriku pada masa lampau sekitar tahun 1700 di Australia, demikian setidaknya memori memberi informasi, aku langsung memanggil malaikat yang dikatakan sebagai pamomongku (pelindungku).

Lewat mulut istriku yang malam itu kuhipnosis mencapai kondisi super conscious mind tab, Gabriel menampakkan diri di hadapannya dalam kekudusan dan kedamaian yang luar biasa, pada Sabtu (21/3/2015). “Kami mohon agar Wulan (istriku) diberi keberanian dan kemampuan untuk berani dan bisa bicara di hadapan orang, baik dalam kelompok kecil maupun besar,”ujarku mengajak Wulan berdoa memohon pada Gabriel.

Sebelum memulai, Gabriel menjulurkan tangan memegang perut kiri bawah karena rupanya ada radang di bagian itu. “Ini ada peradangan karena kurang minum,”kata Gabriel. Dia pun melanjutkan dengan memberi terangnya yang menghangatkan suasana kamar malam itu, sambil berpesan pada istriku yang saat itu menjawab dengan menganggung-angguk.

“Kamu harus berani mengungkapkan perasaan pada suamimu. Kalau berani, kamu pun akan berani berbicara di hadapan banyak orang. Belajarlah pada suamimu.Dia memang temperamenlah tapi dia sangat mencintaimu,”ujar Wulan saat kutanya apa pesan Gabriel padanya.

Rupanya Gabriel pun mengerti apa yang diinginkan istriku yang sudah menunggu lama memendam rindu ingin mendapatkan buah hati. Maklum, hingga ulang tahun perkawinan yang kesebelas ini, kami belum memiliki anak. Dia pun mengatakan sesuatu yang memang menjadi harapan kami berdua. “Jangan khawatir, kamu pasti punya keturunan. Tak lama lagi,”ujar Gabriel menegaskan.

Momen awal
Inilah momen awal aku bercakap dengan malaikat pelindungku. Sudah lama aku menginginkannya. Meski aku tidak bisa melihatnya, energinya yang luar biasa hangat dan penuh cinta juga kurasakan kala itu. Gabriel memberi banyak pesan dan mengatakan hal penting bagiku, aku kaget dibuatnya karena tiba-tiba istriku berkata,”Abdi, jagalah istrimu,”katanya tegas.

Tidak seperti sebelumnya, Gabriel sudah masuk dalam diri Wulan. Lalu dia pun melanjutkan bicara,”Jangan khawatir. Semua yang kamu inginkan, kamu rencanakan bakal berhasil. Kamu harus fokus di bidang media. Jangan yang lain,”katanya. Lalu aku pun bertanya banyak hal tentang diriku.

Aku ingin tahu apakah bila berdagang atau berjualan barang akan berhasil. Dia pun menjawab tegas,”Kamu tidak cocok jualan,”kata Gabriel. Dia pun menjawab keraguanku tentang hasratku untuk membuka rumah makan.”Kamu memang pintar masak. Bidang itu bisa tumbuh, tapi itu tidak akan lama,”kata Gabriel lagi. Gabriel pun menegaskan sekali lagi bahwa aku harus fokus dan bertekun dalam bidang media hingga aku berhasil.

Ketika saya menanyakan niat untuk membuat program video berjudul “Conversation with Angels” Gabriel justru mengatakan,”Banyak orang tidak akan percaya. Banyak manusia mengandalkan dirinya. Malaikat juga tidak mengenal agama, hanya manusia yang mengkotak-kotakkan dirinya.”

Saya pun iseng menanyakan siapakah malaikat pelindung Wulan istri saya ini, tapi Gabriel menolaknya dan bilang, “Untuk apa?”.

Ketika saya jawab,”untuk bisa memanggil nama mereka ketika dia butuh pertolongan,” Gabriel langsung menjawab dengan tegas. “Para malaikat itu tidak perlu dipanggil. Mereka langsung menolong bila dia (Wulan) butuh pertolongan, dia dulu kan malaikat,”jelas Gabriel.

Setiap orang, kata Gabriel, memiliki malaikat pelindung.”Kalau dia berbuat baik dan sering berdoa malaikat akan datang padanya. Tapi kalau tidak, malaikat akan menjauh,”katanya.

Pesan lain yang tak kalah penting pada kami adalah saran agar kami berdua rajin beribadah, baik di rumah, tempat ibadah, atau di persekutuan. Saya sendiri sudah sering menolak atau membiarkan istri beribadah ke gereja sendiri. Tentu dengan alasan dan argumen khusus. Dan saat ini, menjadi momen paling penting dalam hidupku untuk kembali ke Gereja.

Sekali lagi, rasa bungah luar biasa mendadak menjalar ke sekujur tubuh. Saat sesi hipnosis usai, aku pun bertanya sekali lagi pada Wulan tentang wujud Gabriel. “Sayapnya besar membentang memenuhi ruangan. Wajahnya tak kelihatan karena bercahaya terang, tubuh berjubah putih terang. Cahayanya putih dan memberi damai,”ujar Wulan.

Malaikat komunikator
Gabriel dikenal sebagai malaikat pembawa wahyu.Tuhan kerap kali memilih Gabriel untuk menyampaikan peran penting pada makhluknya. Tak heran bila Gabriel disebut sebagai malaikat komunikasi, sang komunikator.

Dalam berbagai kisah mistik pertemuan dengan malaikat, Gabriel sering diminta pertolongan untuk menghilangkan kebingungan. Juga dimintai kebijaksanaan untuk memutuskan sesuatu, keyakinan untuk berbuat, berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dan mendidik anak dengan baik.

Dengan warna energi putih seperti yang tampak dalam pandangan mata batin Wulan, Gabriel sering disimbolkan dengan malaikat yang sedang meniup terompet. Simbol lain yang menggambarkan dirinya adalah malaikat yang sedang memegang lentera, cermin, tameng, bunga lili, tongkat kerajaan, tombak, dan ranting zaitun.

Gabriel berperan penting dalam kisah-kisah religius dalam khasanah Islam, Judaisme, dan Kristianitas. Nabi Muhammad, perintis ajaran Islam menuturkan, Gabriel mendatanginya untuk mendiktenya menuliskan seluruh ajaran Allah dalam Qur’an.

Tradisi Kristen bahkan Islam dan Yahudi juga mempercayai Gabriel lah yang menyampaikan kabar gembira kelahiran Nabi Isa atau Yesus kepada Maria (Maryam). Dan masih banyak lagi cerita tentang malaikat ini. Dalam tradisi Gereja Katolik, baik Roma maupun Ortodoks dan beberapa aliran Kristen denominasi, Gabriel dianggap sebagai Santo (orang kudus). Dia diyakini sebagai pelindung para jurnalis, guru, kaum klerus, diplomat, duta besar dan para tukang pos.

Kalau Anda ingin berdoa dan memohon pertolongan Gabriel, berdoalah demikian,

“Gabriel, saya bersyukur pada Tuhan karena telah membuatmu menjadi pengantar pesan ilahi yang luar biasa hebatnya. Tolonglah saya/kami agar bisa mendengar yang dikatakan/ dikehendaki Tuhan atas diri kami sehingga dapat mengikuti bimbingan dan memenuhi kehendak-Nya dalam hidup ini. Lenyapkan semua kekacauan dan kebingungan dan berilah kami kebijaksaan yang saya/kami butuhkan agar bisa membuat keputusan dan yakin dalam bertindak sesuai keputusan itu. Ajari kami/saya bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Ajari juga bagaimana mendengarkan dengan baik orang yang memberi pesan penting bagi kami/saya”. Amin.

Kali Pertama Kubertemu Malaikat Mikael


PERTEMUAN pertama disertai percakapan yang agak panjang terjadi pada awal tahun ini (2015), tepatnya di Bulan Februari. Waktu itu, kawanku, sebut saja D, sedang kuhipnosis untuk mencari tahu siapa dia di masa lalu dan bagaimana hidupnya di masa depannya.

Seperti biasa, aku selalu menawarkan kesempatan bagi klien untuk bertemu dengan pelindungnya. Kali ini, D langsung melihat siapa pelindungnya. Bila sebelumnya kebanyakan klien hanya bisa melihat nenek moyangnya, saat itu, D dengan bungahnya bertatap muka dengan malaikat, pelindung yang mendampinginya dari bayi hingga kini.

“Ada banyak malaikat di belakangku, tapi ada satu malaikat yang sangat besar di depanku. Sayapnya membentang besar dengan cahayanya yang putih menyilaukan,”ujar D. Hanya sayap yang bisa dilihat D, sisanya cahaya putih yang bersinar terang.

malaikat-mikael
Archangel Michael statue in Kiev, Maidan Nezalezhnosti square. Kiev, Ukraine, Eastern Europe.

“Kalau dilihat dari sayapnya, ukuran malaikat bisa jadi sepuluh kali manusia,”ujar D. Ya, yang paling besar itu adalah Malaikat Mikael, katanya.

Mendengar namanya, sejenak jantung melaju cepat dan bulu kuduk berdiri. Aku diliputi rasa bahagia. Dalam hati, aku bersyukur bisa bertemu dengan pemimpin para malaikat agung (archangel) ini. Ada banyak pertanyaan yang tiba-tiba keluar dari benakku.

Sedikit ragu aku coba sampaikan apakah boleh bertanya beberapa hal. “Ya,” Mikael pun mengiyakan. Lalu aku pun bertanya banyak hal. Beberapa yang masih kuingat terkait denganku sendiri, aku bertanya kapan aku mati.

Tak disangka Mikael menjawab,”Umur 74 karena penyakit dalam,”ujar Mikael. Dan dia pun menjelaskan ada masalah lever dan paru-paru yang bakal kuderita. Namun rupanya rasa puasku belum terpenuhi soal usia ini. Aku bertanya lagi,”apakah aku bisa berumur lebih panjang lagi.”

Lagi-lagi aku dibuatnya kaget. “Bisa, 120 tahun,”ujar Mikael. Lalu dia memberi syarat agar aku selalu makan sayur dan buah, minum vitamin dan susu, rutin berolahraga setiap hari, dan jangan terlalu berpikir berat tentang pekerjaan.

Percakapan dengan Mikael memanjang lantaran banyak hal ingin kuketahui. Mikael menyarankan agar aku senantiasa menemani istriku dan melakukan segala kegiatan bersama-sama seperti makan, baca buku, nonton film, olahraga, dan diskusi.

Rupanya pesan Mikael ini nyambung dengan yang kualami saat kuhipnosis istriku di momen sebelumnya, pengalaman pertama aku menghipnosis dia. Dalam sesi itu, aku diberitahu bahwa selama ini dia kesepian, karena itu dia sakit. Hanya aku yang bisa menyembuhkannya.

Past Life Regression atau memori masa lalunya membawaku pada satu masa ketika istriku pernah menjadi malaikat. Saat menghipnosis itu aku belum tahu, hanya menerka dan menebak dari jawaban yang keluar dari mulut istriku yang saat itu sudah dimasuki oleh sosok yang pernah menjadi dirinya di masa lampau.

“Kamu manusia atau burung,?”tanyaku karena sebelumnya mengatakan sedang melayang di awan-awan.

Jawabannya justru tidak mengenakkan. “Kamu tidak perlu tahu siapa aku,”katanya.

Lantas aku bertanya lagi,”Apa yang kamu kerjakan,?”

Dia pun menjawab,”Aku mendatangi setiap orang,”katanya.

Aku bertanya lagi,”Buat apa?”

“Menyembuhkan sakit.”ujarnya

“Sakit apa?” tanyaku.

“Di sini,”katanya sambil menunjukk dada.

Aku mengira itu sakit hati seperti sebaris lagu yang lagi populer sekarang. “Sakitnya tuh di sini.”

Lalu, dia yang sudah merasuki istriku memegang perut istriku (tempat bekas operasi) dan mengusap- usapnya. Sementara aku bertanya,”Anda tahu siapa saya.”

Dia (istriku) pun menengok ke mukaku meski mata terpejam sambil tangan istriku meraba-raba wajahku, seolah sedang melakukan pemindaian. Saat itu aku terkejut dengan apa yang dikatakannya kala dia berkata,”Kamu yang menyebabkan dia sakit. Namun, hanya kamu yang bisa menyembuhkannya.”ujarnya.

Sebelum menjawab pertanyaanku, sakit apa dan kenapa, tangan istriku yang tadinya bergerak langsung lunglai, dan sosok itu sudah tidak ada lagi.

Kembali ke D. Saat kutanya pada Malaikat Mikael tentang siapa istriku di masa lampau, Mikael membenarkan apa yang terjadi pada sesi hipnosis kala itu. “Ya, dia dulu adalah seorang malaikat, namanya Caroline,”ujar Mikael.

Aku juga diingatkan oleh Mikael agar banyak berdoa dan bersedekah serta memberi perhatian terutama untuk anak-anak. “Banyak anak yang telantar,”ujar Mikael.

Pikirku, pantas dari dulu aku ingin berbuat yang lebih untuk anak-anak panti asuhan meski belum kesampaian. Dan saat aku mengajar anak-anak di Ungaran puluhan tahun lampau, mereka begitu dekat denganku. Demikian ketika pindah ke Jakarta, banyak anak yang senang dengan kehadiranku. Atau dengan kata lain, aku gampang disukai anak-anak.

Sebelum mengucapkan terima kasih atas kedatangannya, Mikael memberi tahu bahwa aku bisa selalu komunikasi dengannya dan Malaikat Gabriel yang menjadi pamomongku selama ini. “Asal kamu banyak berdoa dan bersedekah, malaikat akan mau datang padamu. Kamu juga harus satukan antara pikiran, hati dan perbuatan,”ujarnya.

Momen selanjutnya, kegembiraan yang luar biasa sekaligus bingung bercampur rasa tidak percaya bergejolak di hatiku. Tidak pernah membayangkan aku bakal bertemu dengan malaikat meski aku menginginkannya. Dalam hati, aku bersyukur karenanya.

Makhluk Rohani Itu Bernama Manusia


Situasi perpecahan yang terasa di masa pemilihan kepala daerah utamanya sekitar Pilgub DKI Jakarta yang mengentaskan munculnya politik identitas dan menonjolkan perbedaan kelompok dengan segala sentimennya membuat kita makin sedih. Namun, kesempatan ini juga sekaligus bisa menjadi sarana untuk berefleksi betapa pemahaman mengenai “diri” sebagai manusia begitu sempit.

Manusia dikotak-kotak dan dipecah-pecah ditambahi sentimen yang memicu kepedihan, kemarahan, kemurkaan satu sama lain. Kerekatan yang sebenarnya sudah terjalin sejak Zaman Majapahit mengendur semakin terasa di masa ini. Generasi muda kehilangan jati dirinya sebagai Bangsa Indonesia yang agung sekaligus sebagai manusia yang mulia.

Pada titik inilah sangat penting bagi kita untuk merajut kembali kesatuan Bangsa Indonesia lewat refleksi mendalam di tataran kejiwaan kita yang paling dalam. Perlu dilihat lagi bagaimana kita sebagai bangsa sekaligus sebagai manusia. Kalau tidak, perpecahan akan makin menjadi dan kita sudah terlambat untuk mengantisipasinya.

Makhluk spiritual

Satu hal yang tidak disadari bahkan diketahui apalagi direfleksikan oleh manusia Indonesia, juga oleh kita semua adalah bahwa manusia adalah makhluk spiritual dalam wadah jasmani. Pada dasarnya, manusia adalah roh, jiwa, spirit. Dan karena itu, dalam tataran ini sebenarnya sebagai jiwa kita mengenal manusia lain juga sebagai jiwa juga yang diciptakan Sang Pencipta dengan citra yang baik.

Pada dasarnya, Tuhan tidak pernah membeda-bedakan cintaNya pada manusia. Dia tidak pernah mencintai manusia karena kaya, miskin, laki atau perempuan, homo atau lesbi, dari Suku Jawa, Suku Sunda atau suku-suku tertentu, atau ras mana. Tuhan mencintai jiwa manusia, inti manusia sebagai makhluk yang harus didekap, direngkuh tanpa pandang bulu sebagai roh.

Bahkan pada diri manusia yang bejat sekalipun, Tuhan tidak pernah memalingkan mukaNya yang suci. Hanya manusia yang merasa kecil dan tak layak menghadapi keagunganNya sajalah, yang dengan pikiran piciknya meninggalkan Tuhan karena merasa tak layak. Padahal, Tuhan tidak pernah merasa sedikit pun sakit hati dengan manusia yang telah berkali-kali mengingkari, menolak bahkan menghujatNya sekalipun. Buktinya, bumi tidak langsung dihajar dan dihanguskan. Manusia masih hidup dalam kubangan keserakahan dan kejahatan dan Tuhan tiada hentinya mengingatkan bahkan mencoba membujuk manusia untuk terus-menerus kembali padaNya.

Dalam konteks karya keselamatan yang hadir dalam diri Yesus Kristus. Allah yang Maha Kasih rela meninggalkan kemuliaanNya untuk menyelamatkan manusia yang penuh dengan kubangan maksiat dan dosa. “Buluh yang terkulai tak dipatahkanNya, lampu yang berkedip-kedip tak dipadamkanNya.”

Maka dalam tataran roh ini manusia mestinya juga melihat manusia lain demikian adanya. Dalam tataran roh ini pula, manusia yang (seharusnya) mengenal jiwa/roh manusia lain tidak akan bersikap membedakan. Identitas menghilang dengan sendirinya. Yang ada adalah identitas sebagai sesama makhluk ber-roh yang dicintai Tuhan.

Gerakan membungkuk dengan tangan sedekap di dada dan menyebut kata “Namaste” seperti orang-orang Hindu melakukannya perlu disadari betul sebagai suatu sikap mistik yang harusnya juga menjadi sikap hidup manusia pada umumnya. Namaste, yang berarti aku membungkuk dan menyembah Tuhan yang ada dalam dirimu atau dalam Bahasa Inggrisnya “I bow the God within you.” Namaste juga berarti “Rohku yang ada dalam diriku menghormati Roh yang ada dalam dirimu” atau dalam Inggrisnya, “The Spirit within me salutes the Spirit in you.”

Keyakinan Hindu ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan Kristianitas, bahkan semangat Ignatian yang dihayati para Jesuit. Setiap orang entah dia orang baik atau jahat memiliki Tuhan di dalam dirinya. Itulah yang diyakini dalam penghayatan ini.

Menggunakan semua orang

Yesus Kristus yang pernah mengatakan akan datang kedua kalinya sebenarnya sudah hadir berkali-kali di dunia untuk memengaruhi semakin banyak orang yang percaya kepadaNya agar menyelamatkan manusia-manusia lain. Menyelamatkan jiwa-jiwa, kata Santo Ignatius dari Loyola.

Dia hadir dan memengaruhi pikiran, hati, perasaan dan seluruh jiwa manusia agar menjalankan karya keselamatan yang sudah dimulainya di kayu salib. Yesus ingin agar semua orang menjadi “diriNya” juga yang bisa membawa manusia lain pada kesucian/kekudusan. Yesus tidak pandang bulu saat bekerja memengaruhi manusia. Katolik, Protestan, Muslim, Hindu, Budha bahkan para atheis dan siapa saja dipengaruhiNya agar dunia ini selamat.

Mereka yang percaya padaNya dengan sendirinya punya tanggung jawab besar karena pengetahuan, kebijaksanaan dan rahmat yang dianugerahkan pada pengikutNya sekaligus menuntut peran besar agar dunia selamat dari belenggu kedosaan.

Dia ingin agar manusia percaya bahwa hatiNya sangat manis, murah, dan penuh belas kasih. Kerahimannya luar biasa. Manusia tidak perlu takut meski banyak dosa sekalipun. Karena Dia memang datang ke dunia untuk menyelamatkan yang hilang. Bukan untuk mencari yang sudah selamat. Dia menyembuhkan yang sakit, bukan yang sehat.

BACA  JUGA : Makhluk Rohani Itu Bernama Manusia (1)

Sayang, banyak manusia tidak yakin, tidak percaya, tidak layak. Ketika jatuh dalam satu kesalahan/ dosa, kebanyakan kita merasa tidak layak untuk datang dan menghadap. Kedua kali jatuh makin merasa tidak layak. Hingga berkali-kali jatuh, sudah tidak lagi mau datang padaNya. Bukan karena apa-apa, tapi karena tidak tahu bahwa Dia sangat baik dan bakal menerimanya. Yang ada dalam pikiran manusia seperti itu biasanya perasaan tidak layak, tidak pantas untuk menerima berkahNya yang luar biasa setiap saat. Akhirnya yang terjadi, mereka (manusia-manusia) meninggalkanNya. Itulah yang diinginkan iblis dan Yesus sedih karenanya.

Pada dasarnya, belas kasih Tuhan (Yesus) yang selalu tercurah pada manusia kerapkali tidak disadari dan dimengerti manusia. Berbagai pengalaman suram dan gelap yang dilalui manusia serta pengetahuan dan pemahaman yang keliru yang diberikan guru di sekolah, orang tua di keluarga dan orang-orang lain menguat menjadi keyakinan bahwa Tuhan adalah penghukum dan selalu tak kenal ampun.

Cinta Tuhan dan Sesama

Pada dasarnya mencintai manusia lain semestinya tidak meninggalkan sikap cinta kepada makhluk lain yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Karena cinta pada manusia juga sebenarnya cinta pada alam semesta ini. Tak bisa dipisahkan. Demikian juga cinta pada Tuhan, tak bisa dipisahkan dengan cinta pada sesama.

Karena itu, tidak mungkin orang bicara “Saya mencinta Tuhan” tapi dia malah menyakiti sesamanya. Dia tidak tahu apa itu cinta. Sebagai manusia, dia tidak mengerti hakikat dirinya yang adalah buah cinta, yang juga harus belajar mencinta dan akhirnya menjadi cinta itu  sendiri.

Dalam khasanah budaya dan filosofi Jawa serta Cina dan Filosofi maupun Theologi Timur lain, sikap harmoni dengan alam semesta ini menjadi bagian penting bagi manusia sebagai makhluk yang sedang belajar mencintai.

BACA JUGA :

Makhluk Rohani Itu Bernama Manusia (1)

Yesus Datang Berkali-kali (2)

Cinta adalah tujuan manusia diciptakan. Dengan cinta manusia hidup. Dan dalam hidup itulah, manusia harus belajar mencintai lewat berbagai pengalaman mulai saat lahir, berada dalam keluarga bersama adik, kakak, ibu dan ayah serta anggota keluarga lain. Lalu menikah, punya suami/istri dan anak, bekerja dengan teman dan rekan oyang beragam. Hidup dalam masyarakat yang majemuk dan bermacamk-macam karakter dan kebiasaan. Dan masih banyak lagi tempat dan peristiwa yiang harus dilewati. Dari situlah manusia menggembleng dirinya agar bisa mencinta.

Sayang, manusia kerap tidak paham bahkan tidak tahu bahwa itulah tujuan idup yang harus dicapainya. Bukan menjadi orang kaya sekaya-kayanya, menjadi pejabat dan berkuasa, mengejar karier dengan segala macam prestasi dan penghargaan. Dalam bahasa Ignasian, manusia tidak paham perbedaan antara sarana dan tujuan. Sarana dijadikan tujuan dan tujuan justru malah dijadikan sarana. Hidup berkeluarga adalah sarana untuk belajar mencintai. Demikian juga menjadi pejabat atau penguasa. Itu juga sarana untuk mencintai.

Kegalauan manusia sering menjadikan hidup tanpa arah, disorientasi. Manusia tak tahu apa yang semestinya dicapai dan dikejarnya. Semua daya upaya disia-siakan untuk hal-hal yang sebenarnya semu dan bukan modal bagi keselamatan jiwanya. Belum punya pasangan di usia matang, sedih dan putus asa. Tidak segera punya mobil, punya momongan, hati langsung ciut alias kecil hati. Dan masih banyak contoh kegalalauan-kegalauan lain yang sebenarnya tidak perlu.

Manusia semestinya harus galau bila tak lagi mampu mencintai. Manusia harusnya berlomba-lomba untuk menjadi unggul dalam mencintai sesama, Tuhan dan lingkungannya baik yang tidak kelihatan maupun yang kelihatan.

Sayang, perlombaan yang justru dibesar-besarkan saat ini adalah mengejar kekuasaan, jabatan, kekayaan, kenikmatan duniawi, ketenaran, dan masih banyak hal lain yang sia-sia. Manusia zaman ini akhirnya tak lagi mengenali dirinya dan hakikat kenapa harus ada di dunia ini.

Sesungguhnya Tuhan hanya mengenal jiwa manusia dan berbagai amal kebaikan yang sudah dibuatnya selama hidup. Sisanya, tak ada apa pun yang bakal diperhatikan Tuhan. Mungkin lima mobil bermerek yang dimilikinya saat mati. Seratus jabatan yang dipernah disandangnya, atau berbagai gelar kesarjanaan yang pernah diraihnya. Tuhan tak hendak menghitungnya sebagai modal bagi Anda, saya, dan kita agar boleh masuk ke dalam kerajaanNya, surga.

Jadi, selain amal dan kebaikan alias cinta yang memenuhinya sebagimana cinta yang juga diterima manusia saat lahirlah, tidak ada yang lain yang membuat Tuhan terpesona dengan jiwa manusia yang menghadap padaNya. Cinta itulah yang menyelamatkan jiwa manusia.

Keselamatan jiwa yang diperoleh dengan mengembangkan cinta sebenarnya merupakan langkah mencapai kekudusan/kesucian, menjadi sempurna seperti Tuhan Allah. Itulah tujuan yang sesungguhnya. Sayang, manusia tidak pernah mengerti dan tahu hal ini.

Wahyu Tuhan

Padahal pengertian, pemahaman seperti ini seringkali disampaikan oleh Tuhan pada manusia. Hanya sayang, tidak pernah dianggap sebagai pesan. Manusia hanya paham bahwa pesan/sabda atau Firman Tuhan hanya ada di Kitab Suci yang harus dibacanya terus menerus. Itu pun kalau benar cara membaca dan memahami atau menafsirkannya. Kalau salah, bisa berabe. Pecah perang.

Tuhan hadir dan berkomunikasi dengan manusia lewat beragam cara. Sayang manusia tidak peka. Manusia sudah sibuk dan hectic dengan dunianya. Gawai, media social, televisi, radio, koran, peristiwa-peristiwa yang simpang siur baik yang dilihat langsung maupun tidak, kegalauan-keagalauan manusia menjadikan hati manusia bising. Telinga batin manusia tuli dan mata batin manusia menjadi buta.

Malaikat tidak dipercayainya. Justru pocong, kuntilanak, dan bentukan-bentukan lain yang sebenarnya hanya mengganggu pikiran dan hati manusialah yang dipercayanya. Manusia lebih percaya pada kegelapan daripada terang yang datang dari malaikat Tuhan.

Setiap hari, setiap saat Tuhan bicara pada manusia lewat pengalaman-pengalaman hidupnya atau peristiwa-peristiwa yang dilihatnya secara langsung, cerita dan teguran dari kawan atau teman hidup, pendapat orang, nasihat teman atau orangtua, artikel yang dibacanya di sebuah media, peristiwa yang dilihat di media sosial, berita yang dibacanya di lini masa, dan sebagainya.

Bahkan Tuhan berkomunikasi pada manusia lewat pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang dialaminya setiap saat dan setiap hari. Kalau ada manusia yang merasa bisa melihat melalui mata batinnya, mendengar suara gaib yang membisikinya, atau mimpi-mimpi yang datang memberitahu sebelum kejadian itu datang, itu anugerah.

Namun pada dasarnya, manusia lain yang merasa tidak berbakat dengan kemampuan itu sebenarnya juga bisa memahami dan menangkap pesan Tuhan. Manusia sebenarnya sangat bisa memahami dan bercakap-cakap dengan Tuhan atau pembawa pesannya, yakni para malaikat.

Hanya satu syaratnya. Manusia harus hening. Hati manusia harus mengalami keheningan. Karena di situlah dia bisa membedakan mana yang menjadi pikiran, keinginannya sendiri dan mana yang merupakan pesan Tuhan.

Manusia harus menyingkirkan segala kebisingan yang dialaminya sehari-hari. Berhenti sejenak dari segala kesibukan yang menyita hidupnya untuk sejenak bercanda dan bercakap dengan Tuhan. Karena sejatinya Tuhan selalu bicara pada kita bahkan memberi nasihat serta solusi untuk semua persoalan yang kita hadapi.

Nyatanya, banyak manusia tidak tahu dan tidak bisa. Akhirnya yang terjadi, kesepian yang melanda hidupnya. Kegalauan merusak kedamaiannya. Dan ketidakpercayaan pada Tuhan menjadi tepi dari semua itu. Manusia merasa berjuang sendiri hingga membuat frustasi karena semua masalah yang dihadapinya kerap tak bisa diselesaikannya. Karena merasa Tuhan tidak pernah ada dan hadir.

Padahal, Tuhan selalu hadir. Malaikat yang diutusnya untuk segala macam masalah dari yang sepele sampai yang besar selalu siap membantunya kapan pun mau. Hanya dua syaratnya, manusia percaya bahwa Tuhan dengan malaikatnya itu memang ada dan menolongnya dan manusia mau minta tolong.

Tanpa permintaan tolong, malaikat bahkan Tuhan pun tidak akan bisa berbuat banyak. Tuhan juga malaikatNya menghormati free will alias kehendak bebas yang dianugerahkanNya sendiri pada manusia. Karena itu, Yesus pernah berkata “Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu dan mintalah maka akan diberikan kepadamu.”

Belajar hening setiap hari harus menjadi standard operating procedure (SOP) kita kalau hendak berkomunikasi dan bisa menangkap keinginan/kehendak Tuhan. Tanpa keheningan, bisa jadi kita akan kesulitan menangkap pesan Tuhan.

Love of My Life